Minggu, 26 Februari 2012

ANALISI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DEWASA PADA FILM “The Back Up Plan”



Tokoh utama dalam film The Back Up Plan ini adalah Zoe. Dimana Zoe adalah seorang wanita yang memiliki usaha pet-shop yang cukup bagus. Dalam hal ini, Zoe sedang berada pada Fase Dewasa Awal. Mengapa dapat dikatakan bahwa Zoe berada pada fase dewasa awal

Dijelaskan bahwa seseorang yang berada pada fase dewasa awal memiliki dua kriteria. Kriteria tersebut adalah seseorang yang telah memiliki kemandirian ekonomi dan kemandirian dalam membuat keputusan.  Disini Zoe memenuhi dua kriteria tersebut. Berdasarkan kriteria kemandirian ekonomi, Zoe sudah memiliki penghasilan yang cukup tetap dari usaha pet-shopnya yang cukup sukses. Bahkan Zoe telah mampu untuk membiayai dua karyawan di pet-shop miliknya. Zoe juga telah memenuhi kriteria kemandirian membuat keputusan. Dimana hal ini merupakan konflik yang terjadi dalam film ini. Dimana Zoe yang merupakan orang yang selalu memiliki rencana dalam hidupnya. Perkawinan dan memiliki anak yang seharusnya merupakan rencananya pada saat ini ternyata tidak terlaksana yang dikarenakan semua pria yang pernah dia temui tidak sesuai dengan kriterianya. Zoe memutuskan sebuah rencana cadangan yang cukup berani dalam hidupnya. Zoe berani mengambil keputusan untuk melakukan inseminasi dan memutuskan untuk tidak akan berhubungan lagi dengan pria lain. Keputusannya yang berani dia ambil saat itu adalah dia memutuskan untuk tetap memiliki anak meskipun tidak memiliki pasangan pria dalam hidupnmya dengan melakukan inseminasi. Berdasarkan dua kriteria itulah maka Zoe dapat dikatakan bahwa dia berada pada Fase Dewasa Awal. 


·         PERKEMBANGAN FISIK:

Dilihat dari perkembangan fisik. Zoe memiliki bentuk tubuh yang ideal. Hal itu dikarenakan dia rajin berolah raga. Pada fase dewasa awal, seseorang akan berusaha untuk menjaga atau meningkatkan kesehatannya. Seperti yang dilakukan oleh Zoe, dia berusaha meningkatkan kesehatannya dengan rajin berolahraga bersama dengan temannya sehingga selain tetap menjaga agar kesehatan tetap dalam keadaan baik juga dapat memperindah tubuhnya. 

Dari pola makannya, Zoe bukanlah orang yang terlalu memperhatikan pola makan. Dimana dapat terlihat dari Zoe yang suka makan makanan ringan, makan makanan berlemak. Meski Zoe tidak termasuk orang yang menjaga pola makannya, tetapi dia tetap dapat memiliki tubuh yang indah. Kembali lagi pada keterangan diatas dimana Zoe selalu rajin berolah raga. 

Akan tetapi ketika memasuki masa dimana dia mulai hamil dengan keadaan perut yang semakin membesar membuat pola makan Zoe semakin meningkat. Keadaannya yang sedang hamil membuat Zoe merasa selalu lapar, akhirnya membuat bobot tubuhnya semakin meningkat. Selain keadaan perutnya yang semakin membesar, bagian tubuhnya yang lainpun ikut membesar karena pola makannya yang terus merasa lapar hingga semua baju sexynya yang dulu tidak lagi muat ditubuhnya. 


·         PERKEMBANGAN KOGNITIF:

Dilihat dari perkembangan kognitif Zoe, dia adalah individu yang dapat mengatur pemikiran operasional formalnya. Hal tersebut dapat terlihat dari dia yang membuat suatu rencana dalam hidupnya dan menyelesaikan masalah-masalahnya dengan lebih sistematis. Seperti Zoe sudah merencanakan bahwa pada umurnya saat ini, dia seharusnya sudah menikah dan memiliki seorang anak, akan tetapi karena tidak berjalan sesuai dengan yang dia rencanakan, Zoe memberanikan diri untuk menyelesaikan masalah ketidak sesuaian rencanya itu dengan cara mengambil keputusan bahwa dia akan melakukan inseminasi agar dia dapat memiliki anak meskipun tanpa hadirnya pasangan dalam hidupnya.

Dijelaskan oleh Gisela Labouvie- Vief (1982, 1986) bahwa logika remaja dan optimisme berlebihan pada kaum muda akan menghilang di awal masa dewasa. Integrasi baru dari ikiran terjadi pada masa dewasa. Pada masa dewasa awal, sedikit mengandalkan analisis logis dalam memecahkan masalah. Komitmen, spesialisasi, dan penyaluran energi kedalam usaha seseorang untuk memperoleh tempat dalam masyarakatdan sistem kerja yang kompleks menggantikan ketertarikan remaja pada logika yang idealis. Jika kita mengansumsikan bahwa pemikiran logis dan optimisme yang meluap menunjukkan kriteria kedewasaan kognitif, dimana kegiatan kognitif orang pada masa dewasa awal terlalu kongkrit dan pragmatis.

Dalam hal ini di tunjukkan oleh perilaku Zoe yang tidak berpikir logis dimana dia langsung mengambil keputusan akan melakukan inseminasi dengan pandangan bahwa dia tidak akan lagi menemukan pria yang layak sehingga dia tidak akan memiliki waktu untuk memiliki anak maka dari itu dia memutuskan untuk melakukan inseminasi. Zoe tidak menyadari dan menutup logikanya tentang suatu saat dia pasti akan menemukan orang (laki-laki) yang tepat untuk mendampingi hidupnya. Hal itu tertutup oleh rasa sakit hatinya pada banyak pria yang sudah pernah berhubungan dengannya yang selalu menyakiti dan tidak memenuhi persyaratannya. Sehingga ketika keputusan inseminasi telah dia lakukaan dan disaat yang hampir bersamaan dia telah menemukan pria yang ternyata adalah orang yang akan menjadi pendampinghidupnya. Di sini barulah Zoe menyadari bahwa keputusannya melakukan inseminasi itu terlalu gegabah dan membuat dia bingun bagaimana menjelaskan pada kekasihnya bahwa dia telah hamil. Disini Zoe kebingungan dan masih tetap sering berpikir tidak logis. Zoe beranggapan bahwa kekasihnya tidak akan dapat hidup menerima kenyataan bahwa Zoe sekarang telah hamil hasil dari Inseminasi.

Meski pada masa dewasa awal seseorang akan sering berpikir tidak logis yang teralihkan oleh hal-hal yang menyangkut komitmen, spesialisasi, dan penyaluran energi, seseorang dalam masa ini dapat beradaptasi secara prakmatis terhadap kenyataan. Dimana dalam film ini, seperti yang telah diceritakan di atas Zoe mengambil keputusan besar untuk melakukan inseminasi agar memiliki anak meski tidak memiliki pendamping hidup. Pada masalah ini, Zoe memiliki rencana untuk memiliki anak dan siap menerima segala resikonya, akan tetapi Zoe sadar bahwa hidup menjadi orang tua yang hamil tanpa memiliki pendamping hidup pasti akan sangat berat,dan cara Zoe untuk dapat bertahan (beradaptasi) dalam posisi dia sebagai seorang ibu hamil yang tidak memiliki pasangan, dia bergabungan dengan suatu perkumpulan single mother . Kelompok single mother tersebutlah yang dapat membantu dan dapat terus memotivasi hidup Zoe agar tetap dapat bertahan untuk dirinya sendiri dan untuk bayi yang ada dalam kandungannya dengan menjalani hidup sebagai single mother yang tangguh dan bangga.


·         PERKEMBANGAN EMOSIONAL:

Perkembangan emosi, sosial dan moral pada masa dewasa dini sangat berkaitan dengan perubahan dari masa sebelumnya, yaitu masa remaja. Mada masa dewasa awal lebih fokus pada hal-hal yang merupakan minat baginya. Kondisi yang mempengaruhi perubahan minat adalah perubahan kondisi kesehatan, perubahan pola kehidupan, perubahan nilai, perubahan peran seks, perubahan status pernikahan, menjadi orang tua, tekanan budaya dan lingkungan. Pada masa ini seseorang juga mengalami masa krisis sosial yang dikarenakan adanya tekanan pekerjaan dan keluarga. Peran sosial sering terbatas sehingga mempengaruhi persahabatan, pengelompokkan sosial serta nilai-nilai yang diberikan pada popularitas individu.

Dilihat dari perkembangan emosional dari Zoe, dia memiliki riwayat keluarga yang tidak utuh. Dimana Ibu Zoe meninggal karena penyakit saat umurnya 8 tahun dan  ayahnya meninggalkannya saat ibunya sedang sakit parah. Maka dari itu Zoe sangat membenci ayahnya dan tidak pernah mau membicarakan tentang ayahnya. Sejak ibunya meninggal Zoe hidup dengan neneknya yang kemudian dia memutuskan untuk tinggal sendiri dan membangun sebuah usaha pet-shop. Dari kehidupan keluarganya itu Zoe memiliki perasaan kesepian. Dia sangat takut jika suatu saat neneknya meninggal dan dia hanya akan hidup sendirian. Oleh karena itu, Zoe telah merencanakan dalam hidupnya jika padaa umurnya saat itu harus sudah menikah dan memiliki anak karena dia merasa apabila neneknya meninggal, dia tidak akan sendirian karena akan ada suami dan anaknya.
Dari perasaan kesepiannya itu Zoe menjalin hubungan dengan banyak pria akan tetapi dari sekian banyak pria itu tidak ada yang sesuai dengan kriterianya. Hal itu bembuatnya putus asa dan merasa harus mengambil rencana cadangan yaitu dengan melakukan inseminasi. Pada saat itu, Zoe merasa menjadi wanita yang sangat beruntung karena dia akan segera memiliki anak, mesti tanpa pasangan hidup. Dia merasa sangat optimis dengan keputusan yang telah diambilnya. Semakin banyaknya tekanan-tekanan akan respon dari keputusannya untuk melakukan inseminasi dari temannya membuat dia harus berusaha untuk beradaptasi dengan ikut masuk dalam kelompok single mother. 

Dan disaat Zoe dalam keadaan yakin akan keputusannya, dia bertemu dengan pria yang membuat Zoe dilema kembali dengan keputusan tentang inseminasi yang telah dia sepakati. Hal tersebut menjadi suatu konflik baru dalam hidupnya yang mempengaruhi perkembangan emosionalnya sebagai seorang calon single mother dengan hadirnya pria yang sangat dia cintai yang belum tentu dapat menerima keadaannya yang sedang hamil. Seiring berjalannya waktu dengan penyelesaian yang akhirnya diputuskan oleh Zoe dan kekasihnya dimana kekasihnya dapat menerima keadaannya. Dalam proses kehamilan kehidupan Zoe bersama kekasihnya pada awalnya dapat berjalan dengan baik. Akan tetapi semakin lama semakin muncul tanggung jawab-tanggung jawab baru sebagai calon orang tua tentang hal-hal keuangan dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pribadi dan calon bayinya kelak menjadi tekanan dalam pembentukan suatu keluarga baru bagi Zoe. Disini lah terlihat dari bagai mana kehidupan suatu keluarga ynag saling melengkapi anatara Zoe dan kekasinya dalam hal keuangan sehingga dapa menyelesaikan permasalahan keuangan baginya.

Pada masa dewasa awal seseorang juga tampak lebih fokus akan minat pribadinya. Disini tampak bahwa Zoe fokus terhadap minatnya akan hewan-hewan peliharaan. Hal itu ditunjukkan dari usaha Zoe membangun pet-shop yang cukup sukses. Kesuksesan dari usaha pet-shopnya itu membentu suatu kebanggaan tersendiri bagi Zoe sehingga Zoe dapat hidup lebih layak dengan hasil usahanya sendiri.



DAFTAR PUSTAKA
Santrock, John W. (2002). Life- Span Development Edisi Keenam, jilid II. Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Minggu, 08 Januari 2012

TUGAS PSI.REMAJA - Masalah-Masalah Remaja pada Masa Transisi

REMAJA adalah suatu fase perkembangan dalam kehidupan individu. Pada fase ini individu memasuki periode transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa yang di tandai dengan tumbuhnya perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial yang berlangsung pada dekade kedua kehidupan. Walaupun pada face remaja sedang berada pada masa transisi dan adaptasi sesui dengan kebutuhan psikologis dan tugas perkembangannya, bukan berarti remaja boleh tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya, melakukan sesuatu semaunya, dan memaksa orang lain untuk selalu memaklumi segala tingkah lakunya yang melanggar norma masyarakat. Sebaliknya, masa ini harus dapat dimanfaatkan oleh remaja sebagai tahap pematangan diri dan meningkatkan kualitas diri. Dengan kebijaksanaan dirimu dalam banyak hal, kamu akan memasuki tahap masa hidup berikutnya, yaitu masa dewasa dengan baik.
Pentingnya masa remaja sebagai pondasi kehidupan, remaja harus dapat sadar menghindari  berbagai perilaku yang beresiko tinggi, khususnya yang tergolong msalah psikososial. Sering kali masalah-masalah ini membebani kehidupan pada masa remaja. Menurut Erickson, masa remaja adalah masa terjadinya krisis pencarian identitas diri. Pada tahap ini remaja akan berusaha mencari tau siapa diri mereka, apa yang akan remaja lakukan untuk hidupnya, kearah mana remaja akan menjalankan hidupnya, dan bagaimana remaja menjalan hidupnya. Dimana dalam pencarian jati diri remaja akan mengalami perkembangan identitas melalui proses yang panjang dan bertahap.  Sering kali dalam pencarian jati diri ini menimbulkan masalah pada diri remaja. Berikut beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan dapa diri remaja, yaitu :
  1. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
  2. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  3. Ketidakstabilan emosi. Disini remaja mulai merasa bahwa dialah orang yang paling menderita jika dalan keadaan down. Remaja akan mudah mengambil kesimpulan sendiri sesuai dengan kebenaran dari pemikirannya sendiri.
  4. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  5. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. Disini remaja akan selalu merasa bahwa dirinya yang paling benar yang seringkali dapat menimbulkan pertentang dengan orang tua.
  6. Senang bereksperimentasi dan bereksplorasi. Merasa ingin melakukan ini dan itu, mencoba banyak hal-hal yang baru baginya.
  7. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan. Sering kali remaja membanyangkan apa yang akan terjadi padanya saat dimasa depan. Hal ini dapat berakibat baik apabila remaja tersebut dapat mengontrol segala fantasinya dengan positif dan tidak berlebihan. Buruknya apabila remaja sudah terlalu hanyut pada fantasinya yang terlanjur terlalu tinggi dan pada faktanya remaja tersebut tidak memiliki kapasitas untuk mencapai khayalannya tersebut dapat membuat remaja merasa sangat ‘jatuh’ yang dapat mengakibatkan frustasi, hal ini di pengaruhi juga oleh keadaan emosi remaja yang tidak stabil.
  8. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  9. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. Pada masa trasisi ini remaja mulai merasa ini mendapat pengakuan dari lingkungannya. Dengan tahap masih dalam pencarian jati diri, seringkali tanpa sadar remaja memilih menjadi seperti apa yang orang lain mau hanya untuk mendapatkan pengakuan sekitarnya, dan untuk mendapatkan itu remaja membentuk kelompok yang memiliki beberapa kesamaan dan hanya bergaul karena disitu remaja merasa dapat diterima karena memiliki kesamaan-kesamaan tersebut.

·         Beberapa transisi tahapan yang dihadapi pada masa remaja, yaitu :
1. Transisi Dalam Emosi, Ciri utama remaja adalah peningkatan kehidupan emosinya, dalam arti sangat peka, mudah tersinggung perasaannya. Remaja dikatakan berhasil melaluimasa transisi emosi apabila ia berhasil mengendalikan diri dan mengekspresikan emosi sesuai dengan kelaziman pada lingkungan sosialnya tanpa mengabaikan keperluan dirinya.
2. Transisi Dalam Sosialisasi, pada masa remaja hal yang terpenting dalam proses sosialisasinya adalah hubungan dengan teman sebaya, baik dengan sejenis maupun lawan jenis.
3. Transisi Dalam Agama, Sering terjadi remaja yang kurang rajin melaksanakan ibadah seperti pada masa kanak-kanak. Hal tersebut bukan karena melunturnya kepercayaan terhadap agama, tetapi timbul keraguan remaja terhadap agama yang dianutnya sebagai akibat perkembangan berfikirnya yang mulai kritis.
4. Transisi Dalam Hubungan Keluarga, Dalam satu keluarga yang terdapat anak remaja, sulit terjadi hubungan yang harmonis dalam keluarga tersebut. Keadaan ini disebabkan remaja yang banyak menentang orang tua dan biasanya cepat menjadi marah. Sedangkan orang tua biasanya kurang memahami ciri tersebut sebagai ciri yang wajar pada remaja.
5. Transisi Dalam Moralitas, Pada masa remaja terjadi peralihan moralitas dari moralitas anak ke moralitas remaja yang meliputi perubahan sikap dan nilai-nilai yang mendasari pembentukan konsep moralnya. Sehingga sesuai dengan moralitas dewasa serta mampu mengendalikan tingkah lakunya sendiri.

·         Beberapa faktor yang menjadi masalah pada remaja, yaitu :

1.    Adanya perubahan-perubahan biologis dan psikologis yang sangat pesat pada masa remaja yang akan memberikan dorongan tertentu yang sifatnya sangat kompleks
2.   Orangtua dan pendidik kurang siap untuk memberikan informasi yang benar dan tepat waktu, karena ketidaktahuannya.
3.   Membaiknya sarana komunikasi dan transportasi akibat kemajuan teknologi menyebabkan membanjirkan arus informasi dari luar yang sulit sekali diseleksi.
4.   Pembangunan kearah industrialisasi disertai dengan pertambahan penduduk menyebabkan maningkatnya urbanisasi, berkurangnya sumber daya alam dan terjadinya perubahan tata nilai. Ketimpangan sosial dan individualisme sering kali memicu terjadinya perubahan konflik perorangan maupun kelompok lapangan kerjayang kurang memadai dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi remaja sehingga remaja akan menderita frustasi dan depresi yang akan menyebabkan mereka mengambil jalan pintas dengan tindakan yang bersifat negatif.
5.    Kurangnya pemanfaatan penggunaan sarana untuk menyalurkan gejolak remaja. Perlu adanya penyaluran sebagai subtitusi yang bersifat positif kearah pengembangan keterampilan yang mengandung unsur kecepatan dan kekuatan, misalnya olahraga.

Masa trasisi dari remaja ke dewasa merupakan awal adanya perubahan dari "mencari identitas" kepada kemandirian namun juga hubungan sosial yang lebih hangat dan mengarah pada pernikahan. Disini remaja mulai merasa feeling in between dimana remaja merasa sudah bukan lagi remaja tapi juga belum dewasa sepenuhnya. Remaja juga mulai merasakan The age of possibilities,  dimana remaja merasa memiliki banyak kesempatan untuk mengubah hidup. Remaja lebih fokus terhadat jutuan akan hidupnya dan diamasa ini lah remaja mulai lebih maksimal dalam mengeksplorasi identitas dirinya, cinta, dan karirnya.

  • Berikut adalah salah satu contoh kasus masalah yang sering terjadi pada masa transisi remaja. Email berikut merupakan email yang dikirm oleh seorang ibu yang anaknya telah tiada diakibatkan bunuhdiri dengan cara gantung diri di rumahnya. Berikut isi email :

    Beberapa tahun yg lalu, seorang gadis berumur 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya.Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya , ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya. Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.

    Berikut adalah isi buku harian tsb :

    November 7
    Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan. Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid2 cowok yg menyebut saya org aneh. Inilah awal hari yg buruk.Kemudian bbrp murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya org terjelek yg pernah mereka temui.Saya pun menangis.

    Saya lalu pulang ke rumah and menelepon Jake. Saya pikir hari ini akan menjadi lbh baik. Namun dia katakan bhw hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ;sekrg dia tingg al di California. Lalu saya katakan bhw saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dgn saya adalah krn dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sdh berpacaran selama 2 1/2 thn.

    November 9
    Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia merubah nomor telp-nya shg saya tdk bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !

    November 10
    Saya sdg menangis skrg. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya. Semua org menertawakan saya.Lalu nenek memberitakan bhw papa dan mama tabrakan pagi ini dan mrk dlm keadaan kritis. Saya tdk sanggup menulis lagi.

    November 11
    Hari ini Sabtu , nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya msh tdk percaya Papa sdh meninggal. Saya sdh capek menangis. Saya letih. Saya hrs tidur.

    November 12
    Papa tdk meninggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake msh mencintai saya. Saya tdk bisa menulis lagi. Saya sdh menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya.

    Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung diri dengan tali berwarna kuning.
    Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari.
    Tidak ada seorang pun di dunia ini
    yang pantas diejek dan dihina atau disingkirkan,
    karena keberadaan kita lahir didunia adalah pemberian Tuhan semata
    dan bukan suatu pilihan yang bisa kita pilih.”


    Seperti yang telah di jelaskan di atas. Masa remaja adalah masa dimana remaja mencari jadi diri dan memiliki emosi yang tidak stabil. Dari contoh kasus di atas dapat kita lihat remaja yang bernama Lisa Marie memiliki emosi yang tidak stabil dimana hal itu dapat terlihat dari bagaimana remaja tersebut menanghdapi suatu masalah. Dia tidak dapat menggontrol emosi, remaja tersebut berusaha membohongi diri sendiri bahwa ayahnya tidak meninggal, Jake masih mencintainya, dan hidupnya bahagia. Akan tetapi penguatan yang dia berikan pada dirinya tidak cukup kuat untuk menghentikan keinginannya untuk bunuh diri. Dia merasa masalahnya sangan berat dan dia sangat lelah menghadapi itu.
    Hal tersebut sering kali terjadi pada remaja. Emosi yang tidak stabil. Dengan masalah yang datang bertubi-tubi dan tidak adanya dukungan dari orang sekitar membuat remaja semakin tidak mampu mengotrol emosi yang ada dalam dirinya. Remaja yang berada pada masa transisi dimana dia masih mencari jadi dirinya sangan membutuhkan dukunga-dukungan dari orang-orang terdekatnya agar remaja tersebut tidak salah dalam mengambil jalan hidupnya. Dari contoh kasusu diatas kita dapat melihat bahwa Lisa memutuskan untuk mengambil jalan hidupnya untuk mengakhiri hidupnya karena merasa terlalu lelah. Apabila Lisa memiliki orang-orang yang selalu mendukung dan memantaunya tentu hal tersebut tidak akan terjadi. Memang betul pada masa remaja biasanya tidak suka di atur oleh orang tua, akan tetapi remaja masih merupakan tangguangan orang tua sehingga perlu diberipengarahan secara tidak langsung.

    Pada masa trasisi menuju dewasa remaja juga mulai merasa feeling in between dimana remaja merasa sudah bukan lagi remaja tapi juga belum dewasa sepenuhnya. Contoh seperti dalam kasus diatas dalam hal percintaan Lisa Marie. Remaja yang memasuki masa transisi memiliki tingkat khayalan dan bualan yang tinggi akan sesuatu. Dalam kasus diatas Lisa memiliki pandangan bahwa Jake adalah orang yang paling dia cintai, dia berusaha membohongi diri sendiri bahwa Jake adalah orang yang masih mencintainya meski yang sebenarnya Lisa sendiri tahu bahwa Jake sudah meninggalkannya dan ternyata Jake berpacaran dengan Lisa pun dikarenakan pertaruhan dengan temannya. Sampai pada akhirnya hidupnya pun Lisa tetap beranggapan bahwa Jake masih mencintainya. Perasaan tidak bisa menerima kenyataan akan sesuatu yang dia bayangkan terlalu tinggi tersebut dapat mengakibatkan seorang remaja mengalami frutasi seperti yang dialami Lisa yang merasa sangat frustasi akan semua masalah yang tidak dapat dia terima kenyataannya.

     

DAFTAR PUSTAKA :
Santrok, J. W. (2003). Adolescence (Perkembangan Remaja). Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hurlock, E.B. (1991). Psikolgi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta : Penerbit Erlangga.
http://www.damandiri.or.id/file/ulfahmariaugmbab1.pdf
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_psi_0704478_chapter1.pdf
 


Minggu, 04 Desember 2011

TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA- Analisis Film Gridiron Gang

SINOPSIS GRIDIRON GANG :
Film Gridiron Gang dibintangi oleh Dwayne “The Rock” Johnson dan Xzibit. Film ini berdasarkan pada kisah nyata (based on true story). Film ini berkisah tentang kondisi sosiologis di Amerika Serikat (AS) beberapa tahun lampau dimana lebih dari 120.000 remaja AS usia antara 16-20an tahun dipenjara di Penjara Anak di seluruh Amerika Serikat karena berbagai tindak kriminalitas. Masuknya para remaja tersebut ke hotel prodeo dilatarbelakangi oleh berbagai tindak kriminal yang bermacam-macam. Ada sebagian yang masuk jeruji penjara karena narkoba, ada yang karena mencuri, dan tidak sedikit yang terlibat pembunuhan.
Munculnya tindak kriminalitas mereka tersebut tidak bisa lepas dari keberadaan keluarga mereka yang kacau (broken home) sehingga memaksa mereka mencari kasih sayang di jalanan. Ratusan bahkan ribuan remaja berkumpul karena alasan yang sama, broken home, kemudian bersosialisasi dan membentuk genk. Melalui kelompok-kelompok genk-genk inilah mereka hendak menunjukkan eksistensi dan saling memperoleh kasih sayang semu serta mendapatkan keluarga baru di jalanan dengan cara yang salah. Ujung-ujungnya, mereka menganggap pencurian, penjarahan, narkoba, perkelahian massal, dan membunuh adalah sebuah ritual biasa.
Karena tindakan-tindakan kriminal yang mereka lakukan tersebut akhirnya mereka harus masuk penjara di usia belia. Namun, hukuman penjara tidak memberikan efek jera bagi mereka. Tetapi mungkin justru menjadi tempat perkuliahan dan bertukar pikiran antar para penjahat. Diantara mereka yang kemudian bebas dari penjara, tercatat sebanyak 75% diantara mereka akan kembali ke penjara lagi karena kembali melakukan tindak kriminal atau justru menjemput maut di jalanan karena konflik antar genk yang tak jelas dan tak berujung. Film tersebut berdasarkan pada kisah nyata di Camp Kilpatrick dan petugasnya yang berusaha meruba bersikap anarh penghuni penjara menjadi lebih baik dan tidak lagi kembali kekehidupan lamanya yang selalu bersikap anarki. Disini lah peran Sean yang membentuk Team Foodball Mustang yang beranggotakan penghuni remaja itu sendiri. Melaluin proses yang panjang Sean akhirnya dapat merubah beberapa anggora Team Mustang menjadi orang yang tidak lagi hanya mementingkan diri sendiri tanpa melihat orang-orang disekitarnya, tidak lagi kembali pada kehidupan lamanya yang menuh dengan tindakan kriminal.

ANALISIS :
Dalam film Gridion Gang, kita bisa sangat memahami bagaimana keadaan seorang remaja yang berada dalam ambang kebingungan di kehidupannya. Yang kita tahu remaja dalam kehidupan sekarang mempunyai banyak pergolakan dalam pikirannya yang berujung pada krisis dan penyimpangan ideologi yang sesuai dengan norma yang ada, masa dimana tingkat egois seorang manusia mencapai puncak dan menjadi pemberontak jika apa yang disekitarnya tak sesuai dengan apa yang diinginkan.
Dalam film gridion gang sendiri kita banyak sekali disuguhi adegan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok remaja, bahkan kekerasan tersebut berujung pada tindakan kriminal seperti menjual obat, pengeroyokan, hingga berujung pada pertempuran antar gang dan kematian.
Dalam film gridion gang, kita bisa sangat memahami bagaimana keadaan seorang remaja yang berada dalam ambang kebingungan di kehidupannya. Yang kita tahu remaja dalam kehidupan sekarang mempunyai banyak pergolakan dalam pikirannya yang berujung pada krisis dan penyimpangan ideologi yang sesuai dengan norma yang ada, masa dimana tingkat egois seorang manusia mencapai puncak dan menjadi pemberontak jika apa yang disekitarnya tak sesuai dengan apa yang diinginkan.
Dalam film ini menceritakan tentang remaja yang di penjara yang dikarenakan kekerasan yang dilakukan dilingkungannya seperti tawuran antar blog atau antar geng bahkan sampai tindak pembunuhan. Hal itu terjadi mengatasnamakan solidaritas antar kelompok. Dimana seorang remaja mengalami krisis identitas. Dalam hal pembentukan identitas ini , kita bisa tau bahwa remaja ini telah gagal karena dia tidak mampu menghadapi peran baru dan tanggung jawab yang bertambah sesuai dengan bertambahnya usiamdan kewajiban sosialnya. Kegagalan pembentukan identitas diri ini dapat menyebabkan kebingungan dalam proses identitas itu sendiri.
2 pemeran utama remaja disini bernama Willie dan Kelvin. Mereka adalah salah satu anggota gang di lingkungannya. Willie anggota geng 88 dan Kelvin anggota geng 95. Mereka adalah 2 anak yang bermasalah yang saling bermusuhan yang dipertemukan kembali di penjara Camp Killpatrick
Penjara Camp Killpatrick merupakan tempat dimana mereka mulai menemukan jati diri dan mulai mengenal jati diri mereka dengan bantuan dari salah satu instruktur di Camp Killpatrick yang bernama Sean. Sean adalah mantan pemain fooball terkenal yang sekarang bekerja di penjara Camp Killparick. Di penjara inilah dia yang memiliki sikap tegas dan keras kepala berusaha merupah pola pikir remaja-remaja yang masuk ke penjara termasuk Willie dan Kelvin. Sean membentuk team foodball bernamakan Mustang yang beranggotakan remaja-remaja penghuni penjara itu sendiri tidak terlewatkan Willie dan Kelvin.
Dalam Team Mustang itu lahn Sean menerapkan sistem yang sangat disiplin akan tetapi tetap memperhatikan perkembangan tiap anggoranya. Disini lah Willie dan Kelvin perlahan berubah. Dari yang pada awalnya mereka memeiliki rasa indiviual dan rasa solidaritas gang masing-masing yang sangat kuat. Menjadi remaja yang perlahan berdamai dan tidak lagi hanya memikirkan diri masing-masing akan tetapi memikirkan team mereka dengan melewati proses yang panjang. Perlahan mereka juga mulai bisa mempelajari apa sebenarnya yang dimaksud dengan tanggung jawab hingga akhirnya mereka bisa berubah dan kembali menemukan identitas diri mereka yang sebenarnya.
Merubah Willie, Kelvin dan beberapa remaja lainnya tentu bukanlah hal yang mudah bagi Sean. Hal itu tidak lepas dari bayang-bayang masa lalu dari tiap kelompok geng mereka masing-masing yang terus saja memberikan pengaruh negatif. Akan tetapi dengan tekat kuat Sean dan beberapa remaja tersebut berusaha berubah maka pada akhirnya mereka tetap bisa berubah menjadi lebih baik. Dalam team Mustang ini Sean menerapkan sistem evaluasi diri dimana dia membuat anggota teamnya untuk berusaha menyadarkan diri mereka masing-masing bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah salah dan tak perlu lagi harus diulangi lagi, selain itu subjek juga menerapkan proses komitmen dimana subjek memiliki banyak sekali penghalan dalam merubah perilakunya, tapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk berubah.
Di akhir cerita, kita bisa melihat bahwa hampir semua anak-anak berandalan yang masuk ke dalam tim tersebut bisa berubah dan menemukan jati dirinya, hingga berujung pada pengambilan keputusan yang positif.


Daftar pustaka:
Pratiwi, Ari. 2011. Handout Psikologi Perkembangan Remaja. Universitas Brawijaya. Jurusan Psikologi. Malang