Minggu, 12 Juni 2011

QUIZ Psikologi Anak-Media Edukasi Anak

Pengantar:
"Sudah bukan lagi zamannya anak belajar hanya melalui media buku. Di era globalisasi dimana perkembangan teknologi berkembang sangat pesat, film dan bahkan game dapat menjadi media edukasi yang teryata dapat meingkatkan intelegensi, kreatifitas, konsentrasi dan moral dengan cara yang lebih menyenangkan. Yuk ajak anak-anak kita untuk belajar sambil bermain melalui beberapa media di bawah.."

Data Umum
Jenis  : Film interaktif
Judul : Smart Parents & Smart Kids Ep.8 “Balon Ku”
Durasi : 24 menit, 43 detik
Tahun : 2009
 Jenis : Buku Pop Up
Judul : “The Thin Man Who Wants To Become Fat”
Halaman : 24 hlm
Tahun : 2009
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jenis : Game On Line
Judul : “Doraemon World Web”
Alamat Web :
Category Game : Skill games
Update : 05-09-2008
Size : 0.09 MB

Penyampaian content
§ Boneka seukuran manusia bercampur dengan manusia
§ Film dengan penyampaian visual , menyanyi bersama, dan percobaan-percobaan sederhana

§ Buku cerita dengan menggunakan ilustrasi cartun dengan teknik pop up full warna
§ Buku cerita dengan pop up yang masih dalam betuk bongkar pasang, sehingga mengajak anak untuk membuat buku pop upnya kreasinya sendiri dengan menyusun gambar-gambar yang masih terpisah, menggunting, dan menempel. Ketika item-item di dalam buku telah lengkap, baru anak mulai dapat membaca bukunya.
§ Buku cerita dua bahasa. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggrris.

§ Game on line
§ Belajar sambil bermain
§ Membantu Doraemon untuk mencoba layang-layang barunya, terbangkan layang-layang ini dan jangan sampai menabrak burung-burung atau benda apapun di udara.
Content
VCD interaktif yang berisi tentang belajar, bermain dan berkreasi dengan balon warna warni
Bercerita tentang usaha John pria yang sangat kurus yang ingin orang di sekitarnya memanggilnya dengan namanya bukan memanggilnya Si Kurus.

Game ini menceritakan soal petualangan Doraemon, tokoh robot kucing sahabat Nobita, yang diadopsi dari komik Jepang. Doraemon berusaha menerbangkan layang-layangnya, dan Anda bisa membimbing si kecil untuk membantu agar layang-layang Doraemon bisa terbang.
Tujuan/ materi yang ingin disampaikan/pelajaran yang bisa diambil
·     Mengenalkan pada anak tentang jenis-jenis balon
·     Manfaat balon dalam kehidupan sehari-hari
·     Cara membuat benda-benda (mahkota, pedang, dll) dengan media balon
·     Memberitahu pada orangtua tentang metode mendidik anak yang tepat
·     Memberitahu pada orangtua untuk mengenalkan anak tentang pengetahuan umum scara dini
·     Untuk mencerdaskan dan meningkatkan kreatifitas anak

·     Mengajarkan anak belajar membaca
·     Mengajarkan anak belajar bahasa inggris
·     Untuk mencerdaskan dan Melatih kreatifitas anak dengan cara membuat buku pop upnya sendiri
·     Mengajarkan anak bagaimana menyelesaikan masalah
·     Mengajak orang tua untuk mengajarkan bahasa Inggris sejak dini

·     Mengajarkan anak belajar dengan cara yang lebih menyenangkan
·     Mengajak orang tua untuk belajar dan bermain bersama dalam meningkatkan kreatifitas imajinasi, kepekaan, dan konsentrasi anak
·     Mengajarkan anak-anak untuk saling membantu sesama yang membutuhkan pertolongan
·     Mengajarkan moral dan intelegensi anak
Sasaran pembaca/ penonton
ü Cocok untuk semua umur dimana lebih dikhususkan pada anak sekolah usia 6-10 tahun karena anak pada usia tersebut sudah mulai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi menganai apa saja yang ada disekitarnya. Contohnya ingin mengetahui lebih banyak tentang balon.
ü Cocok untuk anak laki-laki ataupun perempuan karena baik anak laki-laki ataupun perempuan memiliki rasa ingin tahu tentang dunia luar yang sama.
ü orang tua anak karena dalam VCD interaktif tersebut juga ditunjukan metode dalam  mendidik anak dengan menyenangkan dan penuh interaksi (metode gleendomen)

ü Cocok untuk semua umur namun lebih cocok untuk anak usia 7-15 tahun karena anak pada usia tersebut sudah dapat berpikir logis dan sudah mulai dapat memilah milih mana letak posisi gambar yang benar dan juga sudah dapat menyusun cerita yang gambar-gambarnya terpisah-pisah hingga tersusun menjadi sebuah buku cerita yang singkat.
ü Cocok untuk laki-laki dan perempuan karena kecerdasan kreatifitas anak harus sama-sama dilatih sejak kecil. baik laki-laki ataupun perempuan harus mendapatkan ilmu pengetahuan tentang bahasa inggris sejak dini.
ü Orang tua anak karena orang tua disini dapat membantu anak mengarahkan dalam menyusun buku pop upnya sendiri dan dapat mulai mendidik anak belajar bahasa inggris melalui media buku cerita pop up

ü Cocok untuk semua umur khususnya anak usia 2-7 tahun karena anak berada pada tahap dimana anak belajar kepekaan terhadap warna, gambar, dan gerakan. Maka game ini dapat sangat membantu dalam perkembangan intelegesi dan konsentrasi anak.
ü Dapat pula dimainkan untuk anak usia 7-11 tahun karena anak pada usia tersebut sudah paham akan kepekaan warna, gambar, dan gerakan sehingga anank pada usia ini dapat memainkan game ini dengan mudah. Dan pada usia ini anak  sudah mulai melatih nalarnya dalam mengambil kemputusan dalam meyelesaikan masalah
ü Cocok untuk anak laki-laki atau pun perempuan tapi lebih cocok untuk anak laki-laki karena dalam game ini bercerita tentang membantu doraemon menerbangkan layang-layang yang lebih umum dilakukan oleh anak laki-laki meski ada pula anak perempuan yang suka permainan anak laki-laki
ü Orang tua dapat ikut membimbing anak dalam bermain game ini sehingga hubungan orang tua dan anak dapat semakin dekat

Pengemasan media (kelebihan & kekurangan)
+ Tayangannya cukup bermanfaat & sangat mendidik
+  Gambar menarik untuk dikonsumsi anak-anak
+ Sangat sesuai dengan usia yang dituju
-      Jika sasaran untuk anak-anak intonasi yang digunakan terlalu cepat.
-      Percobaan-percobaan yang digunakan kurang  banyak dan beragam
-      Media yang digunakan monoton karena hanya 1 jenis saja.
-      Benda yang ditunjukan seharusnya tidak hanya berupa gambar tetapi juga media yang asli agar anak lebih jelas wujud dan bentuknya.
 (contohnya : pada balon udara tidak hanya gambarnya saja yang ditunjukan tapi juga bentuk balon udara yang asli).

+ Cocok untuk semua umur
+ Sesuai dengan usia yang dituju
+ Sangat mendidik anak dalam mejak anak belajar memecahkan masalah dan melatih kreatifitas motorik anak dengan mengajak anak membuat buku pop upnya sendiri
+ Gambar yang full warna sangat menarik untuk dikonsumsi anak
+ Buku cerita dengan teknik pop up dapat lebih menarik perhatian anak
+ melatih anak belajar bahasa inggris
-   Pada mulanya Anak akan merasa kesusahan membuat buku pop upnya sediri apabila tidak dibantu dengan orang tua


+ Cocok untuk semua umur
+ Sesuai dengan usia yang di khususkan
+ Penyajian dalam game yang penuh warna, gerakan visual yang menarik, dan musik dari permainan game yang menambah kemenarikan dari game ini
-   Karena media ini game komputer apabila dimainkan terlalu sering atau terlalu lama dapat merusak mata anak
-   Apa bila tidak dengan bimbingan orang tua dapat menyebabkan anak ketagihan bermain game sampai lupa untuk melakukan hal yang lainnya


Teori yang Relefan
0-10 th memiliki imajinasi yang tinggi ( Clark H.W.) jadi mengajarkan ilmu pengetahuan dengan cara belajar sambil bermain dapat mempermudah anak untuk menyerap ilmu pengetahuan.
Menurut Clark H.W. anak pada usia 7-11 th sudah dapat berpikir logis dimana kontribusi kreatif (Sternberg,99;Stendberg, Kaufman&Pretz, 2001,2002) pada diri anak mulai tumbuh. Dan anak pada umur 11-15 th sudah memasuki tahap individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan berpikir secara abstrak dan lebih logis sehingga dapat menyusun gambar-gambar cerita yang terpisah.
ü Anak pada usia 2-7 mulai  belajar kepekaan terhadap warna, gambar, dan gerakan. Maka game ini dapat sangat membantu dalam perkembangan intelegesi dan konsentrasi anak. (Clark H.W.)
ü Anak usia 7-11 sudah mulai melatih nalarnya dalam mengambil kemputusan dalam menyelesaikan masalah (Clark H.W.)






  
  • Analisis ketiga media:
Seperti yang telah dijelaskan di pengantar. Saat ini sudah bukan zamannya anak belajar hanya dengan menggunakan media buku semata melainkan dengan media lain. Telah berkembangan isu yang mengatakan bahwa perkembangan teknologi dapat merusak moral anak. Padahal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik dan tentunya tidak lepas dari pengawasan orang tua dapat menciptakan media edukasi yang dapat sangat membantu dalam proses pembelajaran anak dalam meningkatkan intelegensi, krreatifitas, konsentrasi, dan moral anak.
Berikut beberapa media edukasi yang digemari anank dan orang tua dalam proses belajar anak:
1.       Media VCD (Film)
Media pertama merupakan media VCD interaktif yang berisi tentang belajar, bermain dan berkreasi dengan balon warna warni. Dalam film ini dijelaskan tentang ilmu pengetahuan tentang balon dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Media edukasi ini sangat cocok di gunakan untuk anak Cocok untuk semua umur dimana lebih dikhususkan pada anak sekolah usia 6-10 tahun karena anak pada usia tersebut sudah mulai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi menganai apa saja yang ada disekitarnya. Contohnya ingin mengetahui lebih banyak tentang balon. Cocok untuk anak laki-laki ataupun perempuan karena baik anak laki-laki ataupun perempuan memiliki rasa ingin tahu tentang dunia luar yang sama. Orang tua anak karena dalam VCD interaktif tersebut juga ditunjukan metode dalam  mendidik anak dengan menyenangkan dan penuh interaksi (metode gleendomen)
Dalam teori CLARK H.W. anak usia 0-10 th memiliki imajinasi yang tinggi, jadi mengajarkan ilmu pengetahuan dengan cara belajar sambil bermain dapat mempermudah anak untuk menyerap ilmu pengetahuan.

2.       Media Buku Pop-Up
Media buku Pop-Up merupakan adaptasi dari buku cerita pada umumnya. Pada umumnya buku cerita hanya berisikan gambar-gambar yang biasa pula. Akan tetapi buku cerita Pop-Up menyajikan buku cerita dengan gambar 3D dengan didukung oleh pemilihan warna yang cerah dalam cerita semakin meningkatkan menarik anak-anak untuk membaca.
Selain mengajarkan anak membaca, anak juga di ajarkan belajar berbahasa inggris karena dalam buku Pop-Up menyajikan dua bahasa dalam satu buku, bahasa indonesia dan bahasa inggris.
                Dengan buku ini anak tidah hanya diajarkan membacara tapi juga mengajak anak untu berkreasi dengan imajinasinya dalam menyusun gambar dalam buku Pop-Up yang masih terpisah-pisah pada awalnya dengan menggunting dan menemperkan gambar sesuai denga urutas cerita dari halaman ke halaman.
Dalam teori CLARK H.W. anak usia 7-11 th sudah dapat berpikir logis dimana kontribusi kreatif (Sternberg,99;Stendberg, Kaufman&Pretz, 2001,2002) pada diri anak mulai tumbuh. Dan anak pada umur 11-15 th sudah memasuki tahap individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan berpikir secara abstrak dan lebih logis sehingga dapat menyusun gambar-gambar cerita yang terpisah.
                Selain itu dalam teori MASLOW perkembangan kreatifitas anak dapat terlihat dari penciptaan karya-karya seni. Karya seni disni tidak harus dalam bentuk yang besar tapi kreatifitas dapt pula terlihat dari hal yang sederhanya seperti misalnya anak dilatih untuk mampu menyusun gambar-gambar sesuai dengan alur cerita, melatih anak dapat menggunting dan mengelem gambar sesuai dengan ketentuan dimana tetap dengan pengawasan orang tua.

3.       Media Game On Line
Perkembangan teknologi modern sangat membantu kemajuan dalam belajar dan pendidikan, namun tak jarang jika teknologi dituding pula sebagai salah satu penjerumus dan perusak moral anak-anak. Game onlinemerupakan salah satu yang dituding sebagai pemicu anak-anak malas belajar. Sebuah pembelajaran dan pendekatan konservatif jika belajar harus melulu dari buku. Belajar juga bisa diperoleh dari bermain, termasuk di dalam game online. Tetapi tentunya harus cermat dan spesifik memilih game online yang tepat untuk anak.
Dalam Game On Line ini mengajarkan anak belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Mengajak orang tua untuk belajar dan bermain bersama dalam meningkatkan intelegensi, kreatifitas imajinasi, kepekaan, konsentrasi, dan moral anak, dan juga mengajarkan anak-anak untuk saling membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.
Game on line akan sangat bermanfaat bagi proses perkembangan dan pembelajaran anak apabila di gunakan dengan kadar yang benar dan tidak lepas dari pengawasan orang tua.
Menurut Teori CLARK H.W. nak pada usia 2-7 sudah mulai belajar kepekaan terhadap warna, gambar, dan gerakan. Maka game ini dapat sangat membantu dalam perkembangan intelegesi dan konsentrasi anak. Sedangkan untuk Anak usia 7-11 sudah mulai melatih nalarnya dalam mengambil kemputusan dalam menyelesaikan masalah.

  •  My Opinion
Saya lebih menyukai media BUKU POP-UP dan media GAME ON LINE karena menurut saya media-media tersebut lebih dapat menarik anak dalam proses pembelajarannya. Selain itu manfaat yang di dapat lebih banyak. Tidak hanya mengajarkan tentang perkembangan intelegensi anak saja tapi dalam media buku pop-up dan media game on lime telah mencakup banyak manfaat yaitu mengajarkan tentang kreatifitas, konsentrasi dan moral dengan cara yang lebih menyenangkan.
Sedangkan untuk media yang satu lagi, media VCD, sebenarnya media VCD dapat sangat menyenangkan dan membantu dalam meningkatkan intelegensi anak tentang ilmu pengetahuan umum dan juga meningkatkan kreatifitas, konsentrasi dan moral. Yang di sayangkan dari media VCD denga judul Smart Parents & Smart Kids Ep.8 “Balon Ku” adalah penyajiannya yang kurang menyenangkan dan menurut saya dapat sangat membosankan bila dikonsumsi oleh anak-anak.
Sehingga saya menyarankan pada orang tua untuk mulai memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini dengan mulai menggunakan media edukasi yang bebeda seperti buku pop up dan game on line. Selain manfaatnya yang lebih banyak dapat mengajarkan anak untuk tidak ketinggalan dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat.
Disarankan bagi orang tua untuk terus  up to date terhadap perkembangan media edukasi karena hal itu tentunya akan sangat membantu dalam perkembangan intelegensi, kreatifitas, konsentrasi dan moral anak. Satu lagi yang tidak kalah penting untuk di perhatikan adalah untuk teruh memantau dan memberi bimbimngan kepada anak agak anak tidak kelewat batas dalam menerima informasi-informasi baru agar anak tidak terjerumus dalam kerusakan moral.

*       Sekian beberapa informasi dari saya diharapkan dapat berguna dan dapat menambah pengetahuan mengenai media pembelajaran baru bagi pembaca . Terimaksih.



 

DAFTAR PUSTAKA.

Hurlock, E.B. 1978. Perkembangan Anak, Jilid 1 (terjemahan dr. Med. Meitasari Tjandrasa). Edisi 6. Jakarta : Erlangga
Sternberg, Robert. J. 2008. Psikologi Kognitif (terjemahan Yudi Santoso, S. Fil.). Edisi Keempat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Koswara, E. 1991. Teori- Teori Kepribadian. Jakarta : PT. Eresco
A, Arleen. 2009. The Thin Man Who Wants To Become Fat. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Minggu, 17 April 2011

(REVIEW) Film “?” — TANDA TANYA

Film "?" - TANDA TANYA sangat disarankan untuk para pecinta film-film produksi karya anak Indonesia. 

Jujur sebenernya saya belum liat ce (-__-)" rencana ntr malam. 

Tonight I should see this movie!!

Apa lagi di masa krisis film saat ini, "?" tanda tanya merupakan cetusan film yang sangat sayang untuk dilewatkan. 

Ini lah revie film "?" tanda tanya yang sempat saya dapat dari teman saya yang sangat menyarankan untuk melihat film ini


(REVIEW) Film,“? TANDA TANYA



Almarhum mama dulunya adalah guru PPKN (sekarang PKn), maka beliau selalu mengingatkan saya akan pentingnya toleransi antarumat beragama yang tak sekedar teori, namun juga dalam prakteknya di kehidupan sehari-hari.

Saya besar di lingkungan yang didominasi dua agama; Islam dan Katolik. Bahkan, Pakde saya adalah seorang pastur yang pernah ke berbagai negara. Sekalipun kini beliau menjadi Pastur, setiap lebaran beliau menyempatkan diri untuk pulang ke Lampung dan berkumpul bersama keluarga yang merayakan Idul Fitri.

Ada seorang juragan beretnis Cina (yang kebun pohon sawitnya berpuluh-puluh hektar). Beliau menyumbang semen yang tidak sedikit untuk pembangunan awal masjid di desa saya.
Saat mama sakit hingga tiada, tetangga yang bernama Bude Maarjinem beragama Katolik tak pernah lelah mengajari adik saya yang paling kecil untuk belajar hingga lulus SD. Kebetulan saat itu saya sedang kuliah merantau di pulau seberang, jadi beliau yang menggantikan peran saya.
 Perbedaan agama tidak menghalangi kami bisa hidup damai. 


“Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6)

Seperti halnya saya, Hanung juga besar dalam lingkungan yang beragam. Berangkat dari itulah Hanung mencoba memvisualisasikannya dalam film ini yang diangkat dari kisah nyata di Semarang.

Secara singkat Film "?" mengisahkan hubungan antara 3 keluarga yang mempunyai perbedaan etnis dan agama. Ketiganya hidup berdampingan dalam lingkungan yang dikelilingi oleh Masjid, Gereja dan Klenteng. Dalam hubungan kehidupan sehari-hari adakalanya terjadi konflik karena perbedaan-perbedaan pandangan. Namun seringkali pula mereka saling mendukung dengan segala pengertian atas perbedaan – perbedaan tersebut.

Dengan berbagai perbedaan pandangan hidup dan agama, pada akhirnya mereka semua menemukan satu kesamaan tentang hidup yang lebih baik dalam tatanan kebersamaan dan toleransi. Inilah potret Indonesia seutuhnya, dimana sikap saling mengerti dibutuhkan dalam memandang keragaman yang ada.

  • Apa sesungguhnya yang menjadi PRO KONTRA dalam film ini?!?
1. Sosok BANSER. Sebenarnya tidak ada yang salah. Soleh yang pemarah, cemburuan, dan curiga bukanlah mendiskreditkan sosok banser. Yang saya tangkap dari film ini adalah sifat Soleh secara individu, sifatnya tersebut lebih dahulu muncul sebelum menjadi banser. Malah, di endingnya kita bisa melihat sosok Soleh dalam menjalankan tugasnya sebagai banser yang taat.

2. Pindah agama.
Bukan bermaksud mengajak seseorang untuk murtad. Memang, Rika keluar dari agama Islam. Namun, ada seseorang yang masuk Islam di akhir cerita.


3. Pluralisme. Dari segi mana?? Setiap umat menjalankan agamanya masing-masing, tanpa ada campur aduk agama yang lain. Justru menghormati agama yang lain. Seperti yang dilakukan Tan Kat Sun; memisahkan segala perkakas yang digunakan untuk mengolah babi dengan bahan yang lain, memberi waktu untuk para pekerjanya saat sholat, memberikan libur bagi para pekerjanya saat lebaran. Rika yang pindah agama; tetap setia mengantar anaknya ke masjid untuk mengaji, membuat masakan untuk anaknya berbuka puasa, bahkan membagikan makanan kepada anak-anak yatim untuk berbuka saat puasa.


Kerukunan adalah keadaan di mana terdapat sikap saling pengertian, bersatu, tolong-menolong, damai serta penuh persahabatan antar anggota-anggota yang hidup bersama.

Untuk menciptakan hubungan yang harmonis antarmanusia, terutama antar pemeluk agama yang berbeda-beda diperlukan kesediaan setiap orang untuk saling menyatakan diri sebagai kawan.

Adapun yang dimaksud dengan menyatakan diri adalah setiap orang mau menerima dan bergaul dengan orang yang lain dengan segala keberadaannya.

Selain menyatakan diri, diperlukan etika pergaulan. Dengan etika pergaulan, keharmonisan hubungan kerjasama serta saling pengertian antarsesama akan semakin kuat, dan pergaulan yang selaras, serasi, rukun dan damai dapat dipelihara.

Kehadiran film bertema keragaman dan toleransi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman akan arti penting TOLERANSI dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan dapat dijadikan sebuah kekuatan untuk mencari keyakinan yang hakiki tanpa harus saling menyakiti. Keyakinan tersebut pada akhirnya tergantung kepada jawaban yang ditemukan oleh masing-masing pribadi.

Kemampuan Hanung dalam melahirkan film-film spiritual-religius memang tidak diragukan lagi. Seperti dalam film-film sebelumnya, berani mengangkat tema-tema sensitif bahkan yang dianggap tabu. Dari sisi skenario, endingnya gampang ditebak dan terkesan klise. Saya kurang menemukan selipan pesan dengan kalimat-kalimat khas seperti halnya di Film Perempuan Berkalung Surban dan Sang Pencerah. Ada kalimat favorit; “Menikah ibarat kapal. Yang satu mendayung, yang satu menunjukkan arah. Jika lelah, bisa berganti peran.”

Dari segi musik, Tya Subiakto mampu memberikan perpaduan musik yang harmonisasi dari perpindahan budaya dan agama yang berbeda. Jempol deh buat Yadi Sugandi, dari sisi sinematografi, walaupun banyak adegan di dalam ruangan, kita disuguhi gambar dari berbagai sudut yang tidak biasa.
Begitu pula dari segi kostum yang dipegang Retno Ratih Damayanti dan perlengkapan, representasi tiap agama terwakilkan. Melalui gereja, masjid, klenteng, lonceng, beduk, dupa, salib, sajadah, lilin, dan lain-lain.

Dari segi akting, jelas sudah tidak diragukan lagi kemampuan Agus Kuncoro, Reza Rahardian, dan Revalina S. Temat yang pernah bekerjsama dengan Hanung sebelum di film ini. Endhita, kenapa kurang terasa ya jiwa Katoliknya? Rio Dewanto, aktingnya sudah pas, namun logat jawanya masih kaku, kurang njawani, masih berasa logat jawa ala FTV yang biasa ia mainkan :p

Sebenarnya pro kontra yang timbul tentang film justru meningkatkan minat seseorang untuk menontonnya. Mudah-mudahan di film berikutnya Hanung dkk mau dan mampu menggarap film bersetting budaya di luar Jawa )

Keterangan Film:
Judul : "?" – Tanda Tanya
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis Skenario : Titien Wattimena
DOP : Yadi Sugandi
Music Illustrator : Tya Subiakto
Website : www.filmtandatanya.com
Produksi : Mahaka Pictures & Dapur Film

Para Pemain :
Reza Rahadian sebagai Soleh
Seorang lelaki pengangguran yang hidup dalam impiannya untuk menjadi seseorang yang berarti, termasuk menjadi pahlawan bagi istri dan kedua anaknya, namun belum mendapatkan jalan yang baik. Soleh akhirnya menjadi anggota banser NU


Revalina S Temat sebagai Menuk
Seorang perempuan yang soleha dan cantik, istri dari Soleh. Cinta Menuk kepada suaminya begitu mendalam walaupun suaminya tidak memiliki pekerjaan. Menuk memilih Soleh daripada Hendra, anak dari Tan Kat Sun yang keturunan Tionghoa, karena Soleh memeluk agama yang sama dengannya, yaitu Islam. Untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari, Menuk bekerja di restoran Kanton Pak Tan
 

Agus Kuncoro sebagai Surya
Seorang pemuda yang sedang berjuang meraih impian menjadi bintang film dengan memerankan peranan-peranan kecil. Surya menjadi pacar Rika setelah Rika bercerai dengan suaminya. Surya mengetahui jika kondisi ini semakin memojokan Rika pada posisi yang tidak menyenangkan di mata para tetangga sekitar. Walaupun seorang Muslim, Surya berhasil memerankan dengan baik beberapa peranan yang terkait dengan agama lain, termasuk menjadi Yesus pada acara Jumat Agung di gereja.


Endhita sebagai Rika
Seorang janda beranak satu, yang baru saja berpindah agama. Rika memiliki toko buku yang sekaligus menjadi rumah tinggalnya. Karena status janda dan keputusannya pindah agama, Rika sering mendapat cemoohan para tetangga, namun Rika tetap pada pendiriannya. Rika juga harus menghadapi protes dari anaknya, Abi dan ibunya atas keputusannya tersebut


Rio Dewanto sebagai Hendra
Anak dari Tan Kat Sun dan Lim Giok Lie yang sedang mencari jati diri. Dalam proses mencari jati diri tersebut, dia selalu bertentangan dengan kedua orangtuanya, termasuk dalam menjalankan usaha restoran. Hendra jatuh cinta pada Menuk dan merasa sakit hati berkepanjangan karena Menuk lebih memilih Soleh yang pengganguran dikarenakan Soleh seorang Muslim.


Hengky Sulaeman sebagai Tan Kat Sun

Seorang ayah dan pengusaha restoran masakan Cina. Dalam kondisi kesehatannya yang tidak baik, pak Tan selalu bersikap positif, namun merasa jengkel dengan sikap anaknya yang tidak peduli terhadap usaha keluarga.


NB:
Film hasil kolaborasi Dapur Film dan Mahaka Pictures ini sengaja diberi judul ? (baca Tanda Tanya) untuk memberikan keleluasan kepada para penonton dalam menyimpulkan makna dari keseluruhan cerita. Selanjutnya dari kesimpulan tersebut penonton berpartisipasi memberikan judul filmnya dengan mengirimkan sms ke 3230 (ketikTTNAMA#USIA#JENIS KELAMIN#KOTA#JAWABAN). Judul terpilih akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp 100 juta,- . dan digunakan sebagai judul pada DVD film serta Novel yang akan segera diterbitkan. Periode pengiriman judul berlaku hingga akhir Juni 2011, pemenang diumumkan pada Juli 2011 pada saat dilakukan peluncuran Novel dan DVD Filmnya. Penjurian judul dilakukan oleh Hanung Bramantyo, Erick Thohir (Produser Eksekutif) dan beberapa pihak yang kompeten.




Rabu, 13 April 2011

Analisis Film Ramona and Beesuz

  •    Sinopsis Film Ramona and Beesuz
                      Film Ramona and Beesuz adalah film yang menceritakan tentang kehidupan suatu keluarga yang memiliki tiga anak perempuan. Anak pertama bernama Beesuz, anak ke dua bernama Ramona, dan anak ke tiga yang masih balita bernama Roberta. Beesuz adalah remaja yang berparas cantik dengan segala kelebihannya baik itu dari segi bakat ataupun dari segi intelegensinya, hal tersebut tampak dari hasil rapornya yang selalu A. Sedangkan Roberta yang masih balita tampak dengan segala tingkah lucunya. Dan anak kedua ini lah yang paling berperan dalam film ini, dia adalah Ramona. Ramona adalah gadis cilik yang kreatif, aktif, suka iseng dan memiliki tingkat imaginasi yang tinggi sehingga segala sesuatu dapat menjadi berlebihan. Untuk hal yang menyenangkan akan menjadi sangat menyenangkan baginya tapi untuk hal yang menakutkan akan menjadi sangat menakutkan karena tingginya ti ngkat imaginasi Ramona. Dibalik segala kenakalannya, tanpa ia sadari dia telah banyak membatu oarng-orang disekitarnya. Dalam film ini menceritakan tentang segala tingkah polah Ramona dan hubungannya dengan keluarga, teman, dan orang-orang disekitarnya dengan segala penyelesain mereka yang unik.



Salah satu aspek yang terdapat dalam film Ramona and Beesuz adalah adanya aspek kognitif dan aspek Kreativitas.


  •  Analisis dari aspek KOGNITIF.

Pada dasarnya dalam aspek kognitif terdapat empat tahapan. Tahap sensori motor, tahap pre operational, concrete operational, formal operational. Kasus Ramona dalam film ini dia berada pada tahap pre operational akan tetapi terkadang dia memenuhi karakteristik pada tahap concrete operational. Terkadang Ramona memenuhi beberapa kriteria dari tahap pre operationa, tapi terkadang dia sudah mulai memenuhi beberapa kriteria pada tahap concrete operational.  
1.  Beberapa karakteristik pada Tahap Pre Operational yang ada pada Ramona:
a.       Egosentrisme
Anak cenderung menginterpretasikan/ melihat dunia luar dari sudut pandangnya sendiri.
Contoh dalam film:
·         Ramona suka merubah kata-kata menjadi kata-katanya sendiri. Misalkan kata ‘funny’ dia rubah menjadi ‘funner’ dan kata ‘delicious’ menjadi ‘delishus’. Ketika guru dan orang tua memperingatkannya bahwa itu adalah kata yang salah dia tetap pada pendiriannya bahwa kata (misal; funner, delishus) itu adalah yang paling benar.

b.      Kelakuan dalam berpikir
Anak masih memiliki cara berpikir yang tidak fleksibel, cenderung memusat (fokus) pada satu keadaan daripada terhadap transformasi yang menghubungkan satu keadaan dengan keadaan lain dan anak tidak bisa berpikir bolak  - balik.
Contoh dalam film:
·         Ramona merasa bahwa semua orang menyukai Beesuz(kakak perempuannya), dan ketika Roberta(adik Ramona) melakukan kesalahan semua menggap itu adalah hal lucu, tapi ketika Ramona melakukan sesuatu, tidak ada yang peduli dan selalu menyalahkannya. Sesungguhnya, orang tua,kakak, dan guru Ramona tidak bermaksut untuk menyalahkan dan tidak peduli, tetapi orang tua,kakak, dan gurunya memperingatkan bahwa apa yang dilakukan Ramona salah. Tapi dari sudut pandang ramona, dia tidak merasa melakukan sesuatu yang salah, dia merasa apa yang dia lakukan benar jadi dia merasa apapun yang dilakukannya tidak pernah benar dimata orang tua, kakak, dan gurunya

2.    2.   Beberapa karakteristik pada Tahap Concrete Operational yang ada pada Ramona:
a.       Lebih memahami hal2 yang nyata dan dapat berpikir logis
Contoh pada film:
·         Ramona dapat menilai bahwa gambar ayahnya pada bungkus makanan Ramona bukanlah corat-coret, melainkan sebagai desain
·         Ketika kucing peliharaannya mati, ramona dapat berpikir bahwa kucingnya mati memang karena dia sudah tua. Jadi Ramona sudah mampu untuk memahami gejala alam tidak seperti tingkah laku manusia
·         Ramona berjualan es lemon dan membuka usaha cuci mobil keliling agar dapat membantu krisis keuangan yang dialami oleh keluarganya
·         Ramona merasa sangat bersalah karena ketika mobil Hobart terkena cat karena dia.
·         Ramona belajar menjadi anak yang baik dengan mencarikan lowongan pekerjaan untuk ayahnya di koran, merapikan rumput halaman, belajar untuk tidak lagi merubah – ubah kata lagi



  •    Analisis dari aspek KREATIVITAS.

Kreativitas sendiri merupakan proses mental yang unik, suatu proses yang semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, dan orisinil.
Menurut Utami Munandar (1999), definisi tentang kreativitas terdiri dari 4P, yaitu: 
1. Pribadi (Person), bahwa setiap anak adalah pribadi unik dan kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan pribadi individu.
          Contoh dalam film:
·         Keunikan Ramona adalah,dia memiliki imaginasi yang tinggi. Jadi ketika dia melakukan suatu hal yang menyenangkan akan menjadi sangat menyenangkan tapi ketika dia melakukan hal yang menakutkan akan menjadi sangat menakutkan.
·         Ramona suka merubah kata-kata, misalkan “funny” menjadi “funner”

 2.  Proses (process), kreativitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau untuk menemukan hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya dalam mencari jawaban baru terhadap suatu masalah, merupakan manifestasi dari kelancaran, fleksibilitas dan orisinalitas pemikiran anak.

         Contoh dalam film:
·         Ketika Ramona mengetahui bahwa rumahnya akan dijual karena krisis keuangan yang dialami oleh keluarganya, dia berusaha membantu dengan menjual es lemon(membuka stan di depan rumahnya) dan cuci mobil keliling. Selain itu dia berusaha mengikuti pemilihan iklan agar bisa mendapatkan uang.
·         Ketika Ramona membutuhkan mahkota untuk pemilihan sebagai putri, dia membuat mahkota dari duri semak.

3. Pendorong (press), kreativitas dapat berkembang jika ada “press” atau pendorong, baik dari dalam (dorongan internal, keinginan, motivasi atau hasrat yang kuat dari diri sendiri) untuk berkreasi, maupun dari luar, yaitu lingkungan yang memupuk dan mendorong pikiran, perasaan, sikap dan perilaku anak yang kreatif dengan memberikan peluang kepada anak untuk bersibuk diri secara kreatif.
         Contoh dalam film:
·         Ketika Ramona merasa bersalah ayahnya tidak jadi mengikuti wawancara pekerjaan karena dia sakit, ayahnya memberi dukungan pada Ramona dengan mengatakan “kita tidak akan biarkan satu hari yang buruk melemahkan kita” lalu ayahnya mengajarkan untuk menggambar menuangkan segala ide lewat gambar terpanjang.
·         Ramona juga mendapat dukungan dari Beesuz(kakak perempuannya) untuk mengikuti pemilihan putri dengan membantu Ramona mempersiapkan segala yang dibutuhkan pada pemilihan putri untuk esok harinya.
·         Ketika usaha cuci mobil kelilingnya tidak laku, Bibi Bea memberi semangat bahwa Ramona bukanlah orang yang mudah menyerah. Hal itu membuat Ramona bersemangat kembali untuk berusaha.

4. Produk (product), bahwa produk-produk kreativitas yang konstruktif pasti akan muncul, karena produk kreativitas muncul dari proses interaksi dari keunikan individu di satu pihak dan bahan, kejadian, orang-orang atau keadaan hidupnya (faktor lingkungan dilain pihak).
          Contoh dalam film:
·         Karena mendapat dukungan dan ajaran dari ayahnya, akhirnya Ramona dapat membuat lukisan terpanjang. Dan dari kreativitas itulah akhirnya ayah Ramona diterima menjadi guru seni di sekolahnya jadi meraka tidak perlu lagi untuk pindah rumah.



DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, E.B. 1978. Perkembangan Anak, Jilid 2 (terjemahan dr. Med. Meitasari Tjandrasa). Edisi 6. Jakarta : Erlangga
Markum, M.Enoch. 1983. Anak, Keluarga dan Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan
Gunarsa, D. Prof. Dr. Singgih & Drs. Ny. Y. Singgih D. Gunarsa. 2008. Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia
http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/19/proses-belajar-kaitannya-dengan-kecerdasan-dan-kreativitas/